𝙟𝙚𝙣𝙞𝙨-𝙟𝙚𝙣𝙞𝙨 𝙢𝙖𝙟𝙖𝙨




---

Majas: perbandingan pertentangan, dan 
Pertautan

---

1. Majas Perbandingan

a. Personifikasi
Majas yang memberikan sifat manusia pada benda mati.
Contoh: “Aroma bunga itu memanggil-manggil indera penciuman Jati.”
Penjelasan: Aroma diberi sifat seperti manusia yang bisa “memanggil”.

b. Metafora
Perbandingan langsung tanpa kata seperti atau bagai.
Contoh: “Raras adalah penguasa kerajaan wewangian.”
Penjelasan: Raras diibaratkan sebagai penguasa karena keahliannya dalam dunia parfum.

c. Simile (Asosiasi)
Perbandingan menggunakan kata seperti atau bagai.
Contoh: “Wangi itu lembut seperti sentuhan angin pagi.”
Penjelasan: Menggunakan kata “seperti” sebagai penghubung.


---

2. Majas Pertentangan

a. Hiperbola
Ungkapan yang dilebih-lebihkan.
Contoh: “Aroma itu terasa memenuhi seluruh dunia Jati.”
Penjelasan: Tidak benar-benar seluruh dunia, hanya untuk menekankan kesan kuat.

b. Litotes
Ungkapan yang merendahkan diri.
Contoh: “Ini hanya ramuan biasa,” padahal ramuan itu sangat langka dan berharga.

c. Paradoks
Pernyataan yang tampak bertentangan namun masuk akal.
Contoh: “Di tengah kemewahan istana, ia merasa hampa.”


---

3. Majas Pertautan

a. Metonimia
Menyebutkan sesuatu yang berkaitan erat dengan benda yang dimaksud.
Contoh: “Ia mencium aroma Chanel di ruangan itu.”
Penjelasan: Chanel mewakili bermerek tersebut.

b. Sinekdok Pars Pro Toto
Menyebut sebagian untuk mewakili keseluruhan.
Contoh: “Tak satu pun hidung di ruangan itu mampu menandingi Jati.”
Penjelasan: “Hidung” mewakili orang-orang yang memiliki kemampuan mencium.

c. Sinekdok Totum Pro Parte
Menyebut keseluruhan untuk mewakili sebagian.
Contoh: “Perusahaan itu memuji hasil racikan Jati.”
Penjelasan: Perusahaan mewakili orang-orang di dalamnya.


---

Comments

Popular posts from this blog

𝐆𝐀𝐆𝐀𝐒𝐀𝐍 𝐏𝐎𝐊𝐎𝐊 𝟐𝟎𝟐𝟔-𝟐𝟎𝟑𝟏

cerita fiksi

Reppelita 1, 2026–2031Langkah Terencana, Mimpi Tercapai(Paragraf Deskripsi Deduktif)